DPW PGK Sumsel Gelar Bukber Bersama Anak Yatim, Firdaus Hasbullah Sampaikan Pesan Ramadhan

Palembang, Infoseputarsumsel – Ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Lebih dari itu, puasa mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan, serta keberpihakan terhadap kebenaran.

Hal tersebut disampaikan Firdaus Hasbullah saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama pengurus DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumatera Selatan di Hotel Harper Palembang, Kamis (12/3/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Firdaus, Ramadhan menjadi momentum bagi setiap insan untuk menumbuhkan empati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang hidup dalam keterbatasan.

“Ketika adzan Maghrib berkumandang kita berbuka bersama, ketika sahur tiba kita bangun bersama. Saat lapar dan haus terasa, kita belajar merasakan apa yang selama ini dirasakan oleh saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di balik perintah menjalankan ibadah puasa terdapat filosofi besar tentang kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Di situlah sebenarnya filosofi Ramadhan bekerja. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menumbuhkan rasa empati dan rasa persaudaraan,” jelasnya saat membuka acara buka puasa bersama tersebut.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH MH, perwakilan Forkopimda Sumatera Selatan, aktivis mahasiswa, LSM, elemen kepemudaan Sumsel, serta ratusan anak yatim piatu.

Dalam kesempatan yang sama, Bursah Zarnubi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bijak menyikapi dinamika ekonomi global yang dipengaruhi situasi geopolitik dunia.

Menurutnya, seluruh elemen bangsa perlu memperkuat konsolidasi dan persatuan nasional agar mampu menghadapi berbagai tantangan.

“Para pemuda harus bersatu, menjalankan peran sesuai profesi dan membangun kemandirian nasional. Sehingga apa pun yang terjadi di dunia luar, kita sebagai bangsa tetap mampu berdiri tanpa bergantung pada pihak lain,” ujarnya.

Bursah juga menegaskan bahwa persatuan tidak hanya terbatas pada satu kelompok saja, melainkan harus dibangun melalui komunikasi dan kerja sama dengan berbagai elemen bangsa.

“Bersatu itu kita harus menumbuhkan semangat kebersamaan dengan elemen bangsa yang lain,” tutupnya.

Pos terkait