Ironi di Tanah Kaya: Mengapa Pakistan Gunakan Teknologi Militer Canggih di Wilayah Termiskin?

Pemandangan udara helikopter militer Pakistan berpatroli di atas lanskap gurun Balochistan yang kering, di tengah operasi keamanan menghadapi kelompok pemberontak. Source: EU/EEA Regulatory Notice
Pemandangan udara helikopter militer Pakistan berpatroli di atas lanskap gurun Balochistan yang kering, di tengah operasi keamanan menghadapi kelompok pemberontak. Source: EU/EEA Regulatory Notice

Infoseputarsumsel.com – Pakistan telah mengerahkan helikopter dan drone canggih dalam upaya merebut kembali kendali sebuah kota di Provinsi Balochistan yang kaya mineral, dari tangan para pemberontak. Pertempuran sengit ini telah berlangsung selama beberapa hari, merenggut nyawa puluhan personel keamanan dan warga sipil, sekaligus menyoroti kompleksitas dan ironi di salah satu wilayah termiskin namun paling strategis di Pakistan.

Puncak Ketegangan di Nushki dan Skala Serangan

Polisi mengumumkan pada hari Rabu bahwa kota gurun Nushki telah berhasil diamankan setelah pertempuran tiga hari yang melelahkan. Dalam insiden tersebut, tujuh petugas keamanan dilaporkan tewas. “Lebih banyak pasukan dikirim ke Nushki,” ujar seorang pejabat keamanan, menegaskan skala operasi.

Helikopter dan drone secara aktif digunakan untuk melawan para militan, sebuah indikasi modernisasi pendekatan militer Pakistan dalam menghadapi ancaman internal.

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang agresi yang dilancarkan oleh Balochistan Liberation Army (BLA) di provinsi barat daya sejak Sabtu.

Kelompok pemberontak ini menyerbu bank, sekolah, pasar, dan instalasi keamanan di seluruh provinsi terbesar dan termiskin di Pakistan. Dampaknya dirasakan langsung oleh warga sipil. “Saya pikir atap dan dinding rumah saya akan meledak,” kenang Robina Ali, seorang ibu rumah tangga di Quetta, ibu kota provinsi, yang tinggal di dekat gedung administrasi utama tempat ledakan dahsyat terjadi di pagi hari.

Otoritas melaporkan 197 teroris tewas dalam operasi kontraterorisme ini, sementara BLA mengklaim telah membunuh 280 tentara dalam operasi yang mereka sebut “Operation Herof”, sebagai tindak lanjut serangan terkoordinasi pada Agustus 2024 yang menewaskan setidaknya 74 orang.

Balochistan: Potret Kekayaan Sumber Daya di Tengah Kemiskinan

Balochistan, provinsi yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran, telah bergulat dengan gerakan separatis selama beberapa dekade.

Meskipun kaya akan sumber daya alam seperti batu bara, emas, tembaga, dan gas yang menghasilkan pendapatan signifikan bagi pemerintah federal, wilayah ini tetap menjadi yang termiskin di Pakistan.

Kekerasan telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, dengan kelompok-kelompok bersenjata mengklaim bahwa mereka menolak eksploitasi sumber daya di provinsi tersebut.

Kelompok-kelompok ini secara rutin menargetkan pasukan keamanan dan juga menyerang warga sipil, termasuk warga negara Tiongkok yang bekerja dalam proyek-proyek di wilayah tersebut.

Pada tahun 2025, kelompok separatis memicu pengepungan dua hari yang menewaskan puluhan orang setelah mereka menyerang kereta yang mengangkut ratusan penumpang. Insiden-insiden ini menggarisbawahi kegigihan dan kekejaman konflik yang terjadi di sana.

Balas Dendam Islamabad dan Tuduhan Terhadap Negara Tetangga

Sebagai respons terhadap gelombang kekerasan yang terus meningkat, otoritas telah memberlakukan pembatasan keamanan di provinsi tersebut, termasuk melarang pertemuan publik dan demonstrasi.

Pemakaman beberapa korban dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore, menambah kesedihan kolektif yang dirasakan di Balochistan.

Chief Minister Balochistan, Sarfraz Bugti, dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk menumpas terorisme. “Selama 12 bulan terakhir, pasukan keamanan di Balochistan telah mengirim lebih dari 700 teroris ke neraka, dengan sekitar 70 teroris dieliminasi hanya dalam dua hari terakhir,” ujarnya kepada wartawan pada hari Minggu.

Ia menambahkan, “Serangan-serangan ini tidak dapat melemahkan tekad kami melawan terorisme.” Bugti juga menuduh para pejuang didukung oleh India dan Afghanistan, tuduhan yang dengan tegas dibantah oleh New Delhi dan Kabul.

Konflik di Balochistan tetap menjadi titik api yang kompleks, melibatkan dimensi domestik dan internasional, tanpa solusi yang terlihat mudah.

Pos terkait