Palembang, Infoseputarsumsel – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima audiensi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Palembang Djaja Yogyakarta dalam pertemuan yang berlangsung di Palembang, Kamis (9/4/2026).
Audiensi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa asal Palembang yang menempuh pendidikan di Yogyakarta untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Dalam pertemuan itu, perwakilan IKPM menyampaikan tiga agenda utama, yakni rencana pelantikan kepengurusan baru, kebutuhan fasilitas asrama mahasiswa, serta rencana penyelenggaraan seminar kebudayaan.
IKPM mengundang Wali Kota untuk menghadiri pelantikan pengurus baru yang dijadwalkan pada Mei 2026 di Yogyakarta. Selain itu, mereka juga berharap Wali Kota dapat hadir sebagai pembicara utama guna memberikan motivasi dan arahan kepada mahasiswa.
Terkait fasilitas, IKPM mengusulkan penyediaan asrama bagi mahasiswa asal Palembang di Yogyakarta. Menurut mereka, keberadaan asrama penting untuk menunjang aktivitas akademik sekaligus mempererat kebersamaan antar mahasiswa perantauan.
Selain itu, IKPM juga memaparkan rencana seminar kebudayaan sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya Palembang di Yogyakarta. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana promosi budaya daerah di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
Menanggapi hal tersebut, Ratu Dewa mengapresiasi inisiatif dan semangat mahasiswa dalam berorganisasi serta menjaga identitas daerah.
“Kami telah menerima berbagai aspirasi yang disampaikan dan tentu akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada. Pemerintah berkomitmen memberikan perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa,” ujar Ratu Dewa.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk menghadiri pelantikan IKPM, selama tidak berbenturan dengan agenda lain.
Terkait usulan asrama, Ratu Dewa memastikan bahwa Pemkot Palembang akan mengkaji rencana tersebut sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku.
Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik daerah selama berada di perantauan.
“Merantau bukan hanya soal menuntut ilmu, tetapi juga menjaga sikap dan nama baik daerah. Tetaplah berpegang pada idealisme dan fokus dalam proses belajar,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 900 mahasiswa asal Palembang yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Jumlah tersebut dinilai sebagai potensi besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
“Kami berharap ke depan para mahasiswa ini dapat kembali dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Mereka adalah aset penting untuk kemajuan Palembang,” tutupnya.
Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan mahasiswa, serta mendorong peran generasi muda dalam pembangunan dan pelestarian budaya daerah.






