PALEMBANG, Infoseputarsumsel.com – Rencana penutupan seluruh gerai di pusat perbelanjaan International Plaza (IP) Palembang dipastikan batal dilakukan. Keputusan tersebut mendapat apresiasi dari Komisi V DPRD Sumatera Selatan karena dinilai dapat menjaga lapangan pekerjaan serta keberlangsungan usaha masyarakat yang bergantung pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Wakil Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, H. David Hadrianto Aljufri, mengatakan pembatalan penutupan International Plaza menjadi kabar baik bagi para pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan tersebut.
Menurut David, persoalan International Plaza tidak hanya berkaitan dengan operasional gedung atau aktivitas bisnis, tetapi juga menyangkut nasib ratusan tenaga kerja yang bergantung pada sektor perdagangan di dalamnya.
“Atas nama Komisi V yang membidangi ketenagakerjaan, kami menyambut baik keputusan pembatalan penutupan International Plaza,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menilai, apabila seluruh gerai benar-benar ditutup, dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akan cukup besar, termasuk potensi bertambahnya angka pengangguran di Kota Palembang.
David menjelaskan, International Plaza selama ini menjadi tempat bergantung bagi berbagai kalangan, mulai dari pegawai toko, pekerja informal, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM yang menjalankan usahanya di kawasan tersebut.
Karena itu, pihaknya meminta seluruh pihak terkait mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum mengambil keputusan strategis terkait operasional pusat perbelanjaan tersebut.
“Kami khawatir jika seluruh gerai ditutup, maka akan muncul persoalan baru berupa meningkatnya pengangguran,” katanya.
Selain persoalan tenaga kerja, Komisi V DPRD Sumsel juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan UMKM yang beroperasi di International Plaza. David menegaskan pelaku usaha kecil harus tetap memperoleh ruang untuk berkembang di tengah persaingan bisnis pusat perbelanjaan yang semakin kompetitif.
Menurutnya, keberadaan UMKM di International Plaza selama ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, kebijakan renovasi maupun pembenahan gedung diharapkan tidak mengorbankan para pelaku usaha kecil.
“UMKM yang berada di International Plaza harus menjadi perhatian utama dan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Meski mendukung langkah pengelola untuk melakukan renovasi maupun rehabilitasi gedung, DPRD Sumsel meminta proses tersebut dilakukan secara bertahap agar aktivitas perdagangan tetap berjalan dan para pekerja tidak kehilangan mata pencaharian secara mendadak.
David mengatakan pembenahan gedung diperlukan agar International Plaza mampu bersaing dengan pusat-pusat perbelanjaan baru yang terus bermunculan di Palembang dengan konsep yang lebih modern dan fasilitas yang lebih lengkap.
“Kami memahami persaingan pusat perbelanjaan saat ini sangat ketat. Karena itu, International Plaza perlu melakukan pembaruan agar kembali diminati masyarakat,” ujarnya.
DPRD Sumsel juga berharap pengelola dapat menghadirkan berbagai inovasi baru, termasuk mendatangkan tenant dan merek-merek yang diminati masyarakat untuk meningkatkan jumlah pengunjung.
Dengan langkah tersebut, International Plaza diharapkan dapat kembali menjadi salah satu destinasi belanja pilihan masyarakat Palembang sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi bagi pekerja dan pelaku usaha kecil yang beraktivitas di dalamnya.






