Palembang — Lembaga investasi global JP Morgan mempertahankan rekomendasi overweight terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) setelah menilai kinerja perseroan pada semester I 2026 melampaui ekspektasi analis.
Dalam laporan risetnya, JP Morgan menyebut kinerja BBRI pada kuartal II 2026 berada sekitar 21 persen di atas proyeksi internal dan 12 persen di atas konsensus pasar. Pencapaian tersebut didorong oleh efisiensi biaya operasional serta membaiknya kualitas aset perusahaan.
Secara fundamental, BBRI membukukan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp80,5 triliun, tumbuh 9,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tercatat Rp31,2 triliun, meningkat 17,5 persen secara tahunan.
Di sisi intermediasi, penyaluran kredit BBRI mencapai Rp1.646 triliun, atau tumbuh 16,2 persen. Dari total tersebut, kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1.235,4 triliun.
JP Morgan juga mencatat perbaikan kualitas aset BBRI. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun menjadi 2,9 persen, sementara Loan at Risk (LAR) berada di kisaran 9,1 persen. Selain itu, cost of credit menurun menjadi 3,1 persen, mencerminkan penurunan beban risiko kredit.
Berdasarkan penilaian tersebut, JP Morgan menetapkan target harga saham BBRI sebesar Rp3.400 per saham untuk periode Juni 2027. Adapun BNI Sekuritas memberikan target harga yang lebih tinggi, yakni Rp4.500 per saham dengan horizon investasi tiga bulan.
JP Morgan menilai valuasi saham BBRI yang relatif rendah, ditambah kapasitas pembagian dividen yang dinilai kuat, berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan ke depan.







