Palembang, Infoseputarsumsel.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri secara ekonomi melalui pengembangan keterampilan berbasis budaya lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan kreativitas bertajuk Level Up Your Skill 2026: Pemuda Kreatif “Seni Membatik Era Baru” hasil kolaborasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumsel bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumsel.
Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Juli 2026 di Hotel Salatin Palembang tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Feby Herman Deru menyampaikan bahwa program pembinaan bagi generasi muda telah dilaksanakan secara berkelanjutan selama empat tahun terakhir. Selain itu, program fashion incubation juga memasuki tahun kedua sebagai bagian dari upaya penguatan sektor ekonomi kreatif.
Ia menjelaskan, setelah sebelumnya menggelar pelatihan pembuatan tas bagi pelaku UMKM di 17 kabupaten/kota, pada tahun ini perhatian diarahkan pada pengembangan seni membatik sebagai salah satu upaya melestarikan wastra khas Sumatera Selatan.
“Membatik itu butuh kesabaran, ketelitian, dan keindahan. Prosesnya tidak mudah. Saya ingin peserta yang hadir di sini adalah mereka yang benar-benar mau menjadi pelaku usaha batik, menjadi ahli, sehingga ilmunya bisa diteruskan dan diajarkan lagi ke teman-teman di daerah asalnya. Harus ada progres nyata,” tegas Feby.
Menurutnya, generasi muda juga perlu memahami makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik daerah sehingga dapat menumbuhkan kecintaan terhadap produk budaya lokal.
“Melalui ide dan kreativitas anak muda, kita ingin melahirkan generasi yang tangguh. Jangan pernah meremehkan suatu pekerjaan. Ketekunan dalam membangun usaha, baik itu membatik, menenun, maupun kuliner, pasti akan membuahkan hasil,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sumsel, Dr. H. M. Alfajri Zabidi, S.Pd., M.M., M.Pd.I., melaporkan bahwa pelatihan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Menurut Alfajri, kegiatan ini memiliki peran strategis dalam melestarikan kerajinan khas daerah sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Produk-produk kerajinan Sumsel harus kita angkat dan lestarikan agar berefek langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung penuh program 100.000 Sultan Muda di Sumatera Selatan, yaitu mencetak wirausahawan muda yang kreatif dan mandiri,” ujar Alfajri.
Di akhir laporannya, Alfajri menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel serta berharap pembinaan terhadap generasi muda dapat terus berlanjut guna mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal di Sumatera Selatan. (Abp)







